Sabtu, 09 Februari 2013

Program PNPM Generasi

PNPM Generasi adalah sebuah program inovatif yang memakai bantuan langsung masyarakat berinsentif untuk menargetkan 3 Tujuan Pembangunan Milenium yang masih tertinggal di Indonesia: kesehatan ibu dan anak dan pendidikan dasar universal. PNPM Generasi memanfaatkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan (PNPM-Perdesaan) dan saat ini aktif di 8 provinsi, 290 kecamatan, dan 2.892 desa. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program, silahkan lihat profil pencapaian.
PNPM Generasi telah menyelesaikan tiga gelombang evaluasi, yang meliputi Survei Dasar (2007) dan Evaluasi Dampak Jangka Menengah (2009), dan Evaluasi Dampak Akhir (2011). Temuan-temuan utama Evaluasi Dampak Akhir PNPM Generasi adalah sebagai berikut:
  1. PNPM Generasi mempunyai dampak positif terhadap semua indikator kesehatan dan pendidikan yang menjadi target program.
  2. Indikator kesehatan memperlihatkan peningkatan terbesar, yang meliputi:
    Meningkatnya frekuensi penimbangan berat badan anak;
    - Peningkatan jumlah zat besi yang diterima ibu hamil melalui kunjungan pemeriksaan kehamilan; dan
    - Peningkatan dramatis partisipasi ibu dan anak di posyandu untuk menerima pelayanan kesehatan ibu dan anak serta pelayanan nifas.
  3. Semua indikator Pendidikan meningkat, kebalikan dari dampak nol atau negatif yang ditemukan dalam evaluasi jangka menengah. Peningkatan terbesar terjadi pada angka partisipasi sekolah dasar.
  4. Dampak jangka panjang utama PNPM Generasi adalah penurunan tingkat kurang gizi anak (10% dibandingkan dengan kelompok kontrol). Secara umum, penurunan yang terkuat terjadi di daerah-daerah dengan angka kurang gizi yang lebih tinggi sebelum pelaksanaan proyek, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT).
  5. PNPM Generasi mempunyai dampak positif yang kuat terhadap indikator di NTT.
    - Penurunan angka berat badan rendah dan berat badan sangat rendah, masing-masing sebesar 20% dan 33% dibandingkan dengan kelompok kontrol. Angka tubuh pendek menurun sebesar 21% dibandingkan dengan kelompok kontrol.
    Peningkatan angka partisipasi kasar sekolah menengah pertama sebesar 29% dibandingkan dengan kelompok kontrol.
    Peningkatan angka kehadiran sekolah dasar untuk anak usia 7-12 tahun sebesar 4% dibandingkan dengan kelompok kontrol.
  6. PNPM Generasi mempunyai dampak terbesar di daerah-daerah dengan indikator dasar pelayanan kesehatan dan pendidikan yang rendah. Secara rata-rata, proyek efektif hampir dua kali lipat di daerah-daerah dengan status pelayanan kesehatan dan pendidikan yang sangat rendah (persentil ke-10 dari pemberian pelayanan). Dampak lebih besar yang diamati pada indikator kesehatan dan pendidikan tidak berkaitan dengan tingkat kemiskinan pra-proyek melainkan dengan indikator dasar yang rendah.

Implikasi Kebijakan
  1. Perluasan PNPM Generasi akan paling efektif di daerah-daerah yang mengalami ketertinggalan indikator proyek, jadi tidak hanya di daerah miskin saja.
  2. Sistem insentif kepada masyarakat mendatangkan hasil yang beragam – bidang kesehatan merespons lebih positif daripada bidang pendidikan. Hal ini dapat menunjukkan bahwa ada kemungkinan intervensi masyarakat berinsentif akan efektif di bidang-bidang lain yang masih tertinggal, seperti air bersih dan sanitasi. Program-program pengentasan kemiskinan dapat mencoba dengan menyertakan insentif dalam desain program, yang disertai dengan pemantauan dan evaluasi yang konsisten.
  3. Arsitektur dan jaringan PNPM-Perdesaan terbukti sebagai platform yang fleksibel dan sesuai untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan dan pendidikan dasar. PNPM Generasi telah menunjukkan bahwa arsitektur dan mekanisme pembangunan berbasis masyarakat dapat disesuaikan dengan hasil-hasil spesifik yang menjadi target program. PNPM Generasi merupakan sarana potensial untuk meningkatkan indikator di bidang kesehatan dan bidang pendidikan di daerah-daerah yang kurang terlayani (supply-deficient) di mana model bantuan langsung bersyarat yang tradisional kepada rumah tangga mungkin kurang efektif akibat keterbatasan penyelenggara pelayanan.
  4. Proyek perlu secara teratur meninjau kesesuaian target. Karena angka partisipasi sekolah bagi anak-anak yang berusia 7-12 tahun hampir mencapai cakupan universal, indikator target lain yang masih tertinggal dapat ditambahkan, seperti pencapaian pembelajaran pendidikan, pengembangan anak usia dini, atau air bersih dan sanitasi.
  5. Evaluasi lanjutan untuk memeriksa keberlanjutan intervensi dan dampak jangka panjang dapat dilakukan, seandainya proyek masih berlanjut di lokasi perlakuan dan kontrol yang sama. Studi tambahan dapat mengkaji bagaimana peningkatan interaksi antara masyarakat dan penyedia pelayanan dapat mempengaruhi hasil pelayanan. 

0 comments:

Poskan Komentar